Showing posts with label Olahraga. Show all posts
Showing posts with label Olahraga. Show all posts

Jelang World Cup 2010 : Kilas Balik World Cup 1950


Masih di kilas balik Piala Dunia. Kali ini kita akan membahas soal Piala Dunia 1950 yang diselenggarakan di Brazil. Mungkin lebih tepatnya Piala Jules Rimet, karena turnamen itu sekaligus untuk menghormati Presiden FIFA yang sudah menjabat 25 tahun, Jules Rimet, yang juga penggagas turnamen Piala Dunia.

Piala Dunia yang terakhir kali digelar pada 1938 harus terhenti karena Perang Dunia II. Setelah perang berakhir, FIFA berniat menyelenggarakan Piala Dunia lagi. Awalnya keputusan kongres FIFA memutuskan akan mengadakan Piala Dunia lagi pada 1949, tapi gagal karena tak ada yang mau menjadi tuan rumah akibat banyaknya kerugian yang ditanggung negara akibat Perang Dunia.

Tahun berikutnya Brazil mengajukan diri menjadi tuan rumah karena negaranya tak terlibat perang. FIFA pun menyetujui karena Brazil adalah satu-satunya yang mencalonkan diri. Semua orang pun setuju Piala Dunia ke 4 ini diadakan di Amerika Latin karena benua Eropa hancur akibat perang.

Piala Jules Rimet diikuti 16 negara yag lolos kualifikasi, walaupun akhirnya menjadi 13 menyusul mundurnya tiga negara yaitu Turki, Skotlandia dan India. Ada cerita unik di balik pengunduran diri India. India mengundurkan diri karena FIFA tidak mengizinkan pemain India bermain tanpa menggunakan sepatu. Hasilnya benua Asia tak mengirim satu wakil pun.

Format kompetisi adalah 13 tim dibagi dalam 4 grup. Setiap juara grup masuk ke dalam babak final yang tetap dalam format grup. Juara grup babak final adalah juara Piala Jules Rimet. Pembagian grup penyisihan tidak merata. Grup 1 dan 2 diisi 4 tim, grup 3 diisi 3 tim, dan grup 4 paling parah, cuma diisi 2 tim.

Brazil keluar sebagai juara grup 1. Uruguay yang pernah juara di turnamen pertama berhasil menjuarai grup 4 hanya dengan mengalahkan Bolivia 8-0. Juara bertahan Italia gagal lolos di Grup 3 setelah kalah dari Swedia. Satu konstentan lagi yang lolos adalah Spanyol, yang berhasil unggul atas Inggris.

Di pertandingan pertama grup final, tuan rumah Brazil menang 7-1 lawan Swedia, sedangkan Uruguay dan Spanyol main imbang 2-2. Brazil kembali meraih kemenangan di pertandingan kedua setelah membantai Spanyol 6-1. Uruguay mengikuti dengan mengalahkan Swedia 3-2. Pertandingan terakhir Swedia mengalahkan Spanyol 3-1, sehingga gelar juara ditentukan pertandingan antara Brazil dan Uruguay, inilah final Piala Jules Rimet.

Brazil hanya cukup bermain imbang, sedangkan Uruguay harus menang kalau mau juara. Brazil jelas di atas angin apalagi mereka bermain di kandang. Stadion terbesar dunia, Maracana, adalah tempat berlangsungnya pertandingan tersebut. Total ada 174.ooo penonton yang datang ke Stadion Maracana.

Seperti yang disuga, Brazil unggul lebih dulu melalui gol Friaca di awal babak kedua. Tapi pertandingan itu berakhir sedih bagi tuan rumah. Schiaffino menyamakan kedudukan untuk Uruguay sebelum mereka berbalik unggul berkat gol Alcides Ghiggia sepuluh menit sebelum peluit panjang. Uruguay meraih gelar juara dunia untuk kedua kalinya. Top skorer didapat striker tuan rumah Ademir yang total mencetak 8 gol.

Jelang World Cup 2010 : Kilas Balik World Cup 1938


Masih di kilas balik Piala Dunia, kali ini Piala Dunia 1938 yang diadakan di Prancis. Turnamen ini, 37 negara ikut berpartisipasi, dan akhirya meloloskan 16 negara ke dalam turnamen utama. Italia selaku juara bertahan dan Prancis yang menjadi tuan rumah langsung lolos.

Dalam turnamen ini untuk pertama kalinya negara asia ikut dalam Piala Dunia. Itulah Hindia Belanda, atau tak lain tak bukan Indonesia. Tapi memang saat itu bukan membawa bendera Indonesia, tapi mewakili federasi sepakbola Hindia-Belanda, menggantikan Jepang yang mengundurkan diri. Bagaimana perjalanannya? Langsung kalah di babak pertama dari Hungaria dengan skor telak 6-0.

Italia yang menjadi juara bertahan lolos dari babak pertama setelah mengalahkan Norwegia 2-1. Tuan rumah Prancis juga belum tertahan, mengalahkan Belgia 3-1 dan bertemu Italia di 8 besar. Austria mengundurkan diri di babak ini, sehingga Swedia dinyatakan menang. Tim lain yang melaju adalah Brazil, Cekoslowakia, Kuba, dan Swiss.

Prancis akhirnya tersingkir di rumah sendiri oleh Italia. Italia menang 3-1dan akan bertemu Brazil di semifinal yang mengalahkan Cekoslowakia di pertandingan ulangan dengan skor 2-1 stetlah sebelumnya bermain imbang1-1. Semifinal lain mempertemukan Hungaria dengan Swedia.

Di semifinal, Italia berhasil menang 2-1 atas Brazil, dan Hungaria membantai Swedia 5-1. Italia akhirnya berhasil menjadi negara pertama yang mempertahankan Piala Dunia setelah 2 gol Gino Colaussi dan 2 gol Silvio Piola mambawa Italia menang 4-2 atas Hungaria. Juara ketiga diraih Brazil yang mengalahkan Swedia 4-2. Brazil juga membawa penghargaan hiburan lainnya setelah pemainnya, Leonidas, meraih gelar top skorer dengan torehan 7 gol.

Jelang World Cup 2010 : Kilas Balik World Cup 1934


Ini lanjutan artikel kilas balik piala dunia menjelang piala dunia 2010 di Afrika Selatan. Kali ini kita membahas fakta-fakta yang terjadi pada Piala Duia 1934.

Piala Dunia ke dua ini diadakan di tanah Italia. Sistem turnamen kali ini tanpa penyisihan grup, tapi langsung ke babak knock out. Total 16 negara yang mengikuti Piala Dunia kali ini. Turnamen ini juga satu-satunya Piala Dunia yang tidak diikuti juara Piala Dunia sebelumnya, yaitu Uruguay yang menolak tampil sebagai balas dendam karena banyaknya negara Eropa yang menolak tampil di Uruguay pada Piala Dunia 1930.

Tuan rumah Italia dalam tekanan besar. Salah satu diktator dunia saat itu yang berasal dari Italia, Benito Mussolini, mengancam akan memancung semua pemain Timnas Italia jika gagal juara. Bisa dibilang keadaan Italia saat itu adalah kalah berarti mati.

Di 16 besar, Italia berhasil mengalahkan Amerika Serikat dengan skor besar 7-1. Ketegangan terjadi di perempat final ketika Spanyol berhasil menahan imbang Italia 1-1. Karena saat itu tak ada adu penalti, maka diadakan pertandingan ulangan yang dimenangkan Italia berkat gol tunggal Giuseppe Meazza, itupun dengan banyaknya keputusan kontroversial dari wasit Rene Mercet.

Semifinal mempertemukan Jerman melawan Cekoslowakia dan Italia melawan Austria. Cekoslowakia berhasil mengalahkan Jerman 3-1 dan melenggang ke final. Italia sediri harus bersusah payah mengalahkan Austria 1-0, pahlawan kali ini Enrico Guaita. Jerman berhasil meraih posisi ketiga setelah mengalahkan Austria 3-2.

Final dilakukan di Stadion Nasional PNF, Roma dan dihadiri 50.000 penonton. Pertandingan ini dipimpin Ivan Eklind asal Swedia. Sebelum pertandingan, wasit sempat berbicara dengan Benito Mussolini. Entah apa yang dibicarakan, tapi pertandingan berjala dengan kecenderungan wasit memihak tuan rumah. Pertandinagn berubah menegangkan ketika diluar dugaan Cekoslowakia memimpin terlebih dahulu lewat gol Antonin Puc, dan pertandingan tersisa 15 menit. Untungnya Raimondo Orsi berhasil menyamakan kedudukan di menit 81. Pertandingan berakhir seri dan dilanjutkan extra time. Angelo Schiavio menyelamatkan nyawa teman-temannya berkat golnya di menit 95. Italia pun keluar sebagai juara.

Walaupun kalah, Cekoslowakia merasa lega karena akibat kekalahan mereka, pemain Italia tidak jadi dihabisi Mussolini. Top skorer sendiri diraih pemain Cekoslowakia, Oldrich Nejedly dengan raihan 5 gol.

Jelang World Cup 2010 : Kilas Balik World Cup 1930





Karena tahun ini akan diselenggarakan Piala Dunia, jadi saya akan membicarakan piala dunia yang sudah lebih dulu dijalani, kita mulai dari Piala Dunia 1930 di Uruguay.



Piala Dunia dulu bernama Piala Jules Rimet karena Presiden FIFA saat itu, Jules Rimet asal Prancis, yang merencanakan perhelatan terbesar di dunia ini. Hanya saja, Piala Dunia dulu tak seperti sekarang yang sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh orang di dunia, Piala Dunia 1930 nyaris tak sampai di Eropa.



Untunglah, berkat bujukan Jules Rimet, 4 negara Eropa yakni Prancis, Rumania, Belgia, dan Yugoslavia bersedia mengikuti turnamen itu. Total Piala Dunia pertama diikuti 13 Negara, selain 4 dari Eropa, sisanya berasal dari benua Amerika. Ini adalah satu-satunya Piala Dunia yang tak ada kualifikasi, karena semua pesertanya di undang. Format turnamen dibagi dalam 4 grup. Juara dari setiap grup lolos ke Semifinal.



Semifinal mempertemukan Argentina (Juara Grup 1) melawan Amerika Serikat (Juara Grup 4) dan tuan rumah Uruguay (Juara Grup 3) melawan Yugoslavia (Juara Grup 2). Uruguay dan Argentina sama-sama lolos ke Final setelah mengalahkan lawannya dengan skor sama 6-1. Di final, pada 30 Juli 1930 yang dilakukan di Stadion Centenario, Uruguay keluar sebagai juara pertama dalam sejarah Piala Dunia setelah menundukkan Argentina 4-2.



Fakta-fakta piala dunia 1930:

1.Diikuti 13 Tim (9 tim dari Amerika Selatan, 4 Tim dari Eropa)

2.Satu-satunya piala dunia tanpa babak kualifikasi. Semu tim peserta ikut berdasarkan undangan FIFA

3.Pada pertandingan Final antara Uruguay vs Argentina, kedua tim membawa bola masing-masing, sehingga wasit harus mengundi bola
mana yang harus dipakai.

4.Bintang lapangan yang bersinar dalam Piala Dunia 1930 adalah Jose Leandro Andrade, pemain asal Uruguay

5.Guillermo Stabile tercatat sebagai pencetak gol terbanyak dengan 8 gol.

6.Gol pertama Piala Dunia 1930 dietak seorang pemain FC Sochaux, Lucien Laurent yang.

7.Jumlah gol : 70 (3,89 gol per pertandingan)

8.Jumlah penonton : 434.500 (24.139 orang per pertandingan)



3 Olahragawan Terbesar Dunia (Menurut Saya)

1. Muhammad Ali (Tinju)
Dalam dunia tinju, semua sepakat kalau Muhammad Ali adalah yang terhebat dalam sejarah. Dia terlahir dengan nama Cassius Marcellus Clay Jr di Kentucky, AS. Awal dia menjadi petinju sangat unik, Clay Jr melapor kepada polisi bernama Joe Martin kalau sepedanya dicuri. Joe lantas mengajarkan tinju pada Clay agar bisa menghajar pencuri itu. Clay berlatih dengan antusias.

Gelar pertamanya diraih di Olimpiade Roma tahun 1960 ketika berhasil meraih medali emas kelas ringan. Debutnya di profesional, dia berhasil menang angka selama 6 ronde melawan Tunney Hunsaker. Akhirnya dia meraih gelar juara dunia pada tahun 1964 setelah menang TKO di ronde ke 7 dari 15 yang direncanakan atas Sonny Liston. Setelah itu, dia berganti nama menjadi Muhammad Ali. Sempat dilakukan pertadingan ulang, tapi Liston lagi-lagi roboh dan pukulan Ali yang menjatuhkannya dikatakan sangat cepat sapai dijuluki Phantom Punch.

2. Michael Schumacher (Balap Mobil)
Schumacher lahir di Hurth-Hermulheim, Jerman, pada tanggal 3 Januari 1969. Schumacher mulai karir balapnya pada umur 7 tahun. Schumi akhirnya berhasil mendapatkan SIM balapan dari Jerman setelah ia memenangi Kejuaraan Kart Junior Jerman. Ia lantas bergabung dengan Eurokart yang dimiliki Adolf Neubert tahun 1985. Pada 1986, Schumi memenangi dua kejuaraan gokart sekaligus, yaitu Kejuaraan Nasional Jerman, dan Kejuaraan Gokart Eropa. Schumi bertahan di ajang gokart sampai akhir tahun 1987.

Pada Agustus 1991, Schumi memulai karirnya di F1 dengan mengikuti GP Belgia pada tim Jordan, menggantikan Bertrand Gachot yang sedang terkena hukuman dari kepolisian. Dia gagal menyelasaikan balapan karena kerusakan pada kopling di akhir lap pertama. Dia menjadi juara pertama kali pada tahun 1994 bersama Mild Seven Benetton Ford, setelah saingan terberatnya, Ayrton Senna, mengalami kecelakaan dan tewas di GP San Marino. Total dia meraih tujuh kali gelar juara dunia, 5 kali bersama Ferrari.

3. Pele (Sepakbola)
Edison Arantes do Nascimento atau lebih dikenal sebagai Pele lahir pada 23 Oktober 1940. Dia sama seperti anak brazil yang lain, mencari makan lewat sepakbola. Itu juga yang membuatnya selalu berusaha keras. Debut profesinalnya dimulai di klub Santos, 7 September 1956 melawan Corinthias dan mencetak satu gol. Di Santos juga dia mencetak gol ke-1000 yang dilakukan dari titik penalti saat berhadapaan dengan Vasco da Gama.

Umur 17 tahun, Pele sudah dipanggil untuk membela tim nasional Brazil dalam Piala Dunia Swedia tahun 1958. Dia mencetak dua gol di final saat Brazil mengalahkan tuan rumah Swedia dengan skor 5-2. Gol itu membuat Pele menjadi pencetak gol termuda di final Piala Dunia. Saat Brazil juara di tahun 1962, Pele mengalami cedera sehingga tak bisa ikut berpartisipasi. Tapi tahun 1970, Pele mengangkat Piala Dunia lagi, kali ini sebagai kapten. Dia dianggap legenda terbesar sepakbola, sebanding dengan Maradona.

Rudy Hartono





Kalau bicara soal bulutangkis, maka semua orang tahu siapa legenda bulutangkis indonesia? Hah? Gak tau? itu lho, yang juara All England 8 kali. Udah tahu kan? yep, itulah Rudy Hartono, kebangaa indonesia.



Rudy Hartono Kurniawan lahir dengan nama Nio Hap Liang pada 18 Agustus 1949. Dia adalah aak ke tiga dari sembilan bersaudara. Dua kakak Rudy, Freddy Harsono dan Diana Veronica juga pemain bulutangkis walaupun masih tingkat daerah. Ayahnya melatihnya di Asosiasi Bulutangkis Oke yang juga dimilikinya. Pada saat itu, tempat latihannya adalah di gudang gerbong kereta api di PJKA Karangmejangan. Lalu Rudy pindah ke pelatnas Thomas Cup agar kemampuannya bertambah.



Penampilan yang selalu memukau dan memiliki smash mematikan membuatnya meraih gelar All Englang sebanyak 8 kali dan membawa tim Thomas Cup meraih juara pada tahun 1970, 1973, 1976, 1979. Atas prestasinya, namanya diabadikan di Guiness Book Record. Dia juga dinobatkan Pahlawan Asia (Asian Hero) oleh majalah TIME. Dia menjadi orang Indonesia kedua yang menerima peghargaan itu setelah Bung Hatta.



Apa kunci keberhasilannya? Selain selalu berlatih keras, ternyata Rudy adalah orang yag sering berdoa. Dia selalu mengucapkan syukur atas setiap poin yang diraihnya sampai pertadingan berakhir. Kebiasaannya itu ditulis dalam biografinya. "Saya melakukan itu dalam semua pertandingan besar, khususnya All England. Kita berusaha tapi tuhan yag memutuskan. Saya juga percaya kalau kita kalah memang sudah ditentukan, dan juga kalau kita menang, itu juga kehendak tuhan. Pemahaman ini akan melepaskan stress selama bertanding, mengurangi ketakutan dan kegusaran" katanya.



Daftar Pertandingan Rudy Hartono di All England:



Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More